MENGENDALIKAN
EMOSI (MARAH) YANG MERUGIKAN
Materi Layanan ini
diberikan agar siswa di sekolah maupun diluar sekolah tidak selalu berkelahi
dan agar siswa pandai mengendalikan emosi, dan memikirkan apa dampaknya
AKIBAT TIDAK
BISA MENGENDALIKAN EMOSI (MARAH)
Marah yang
bisa menyebabkan akibat tidak baik tentu adalah marah yang berlebihan. Marah
yang berlebih tidak hanya merugikan diri sendiri tapi juga orang lain. Efek
marah bahkan bisa langsung berdampak pada tubuh kita sendiri baik dampak dalam
jangka pendek maupun jangka panjang. Marah berlebih juga bisa menimbulkan
berbagai macam penyakit yang tentu akan sangat merugikan.
1.
Dampak buruk pada diri sendiri
Ketika kita kehilangan kontrol karena marah yang
berlebih, tubuh kita adalah yang pertama merasakan akibatnya. Emosi yang
melonjak tinggi akan memengaruhi tubuh yang menjadikan tekanan darah meningkat,
pernapasan semakin cepat, suhu tubuh meningkat sehingga mudah
berkeringat. Dalam kondisi ini, tubuh jadi mudah lelah karena perlu
diketahui bahwa saat marah kita membutuhkan banyak energi.
Dampak lain dari marah adalah kesulitan tidur (umumnya
disebabkan oleh pikiran-pikiran negatif) dan depresi. Kemudian menyebabkan kita
tidak bisa berpikir secara rasional lagi (yang menyebabkan sering terjadi
tindakan-tindakan yang sebenarnya tidak perlu). Pada dampak berlanjut, bisa
menyebabkan timbulnya penyakit tekanan darah tinggi, kencing manis, sampai
penyakit jantung.
Dampak lainnya: Marah dapat meretakkan hubungan
persaudaraan dan pertemanan karena orang yang dimarahi akan merasa dicemooh dan
dihina, terlebih jika orang yang dimarahi itu tidak bersalah, Orang yang suka
marah akan dijauhi orang. Kita tentu tidak suka bergaul dengan orang yang
pemarah, Jika tidak bisa menahan marah dapat mengakibatkan pusing dengan sendirinya,
Orang yang marah akan mendapat dosa, terlebih lagi jika marah berkepanjangan,
merusak barang, baik miliknya maupun orang lain.
2. Dampak pada
orang lain atau lingkungan sekitar
Orang yang pemarah atau yang cenderung tidak bisa
mengontrol emosi, seringkali merugikan orang lain maupun lingkungan
disekitarnya. Oleh karena tidak bisa mengontrol marah, maka bisa melakukan
tindakan yang merugikan seperti merusak benda-benda di sekitarnya bahkan
menyakiti atau melukai orang terdekat. Membuat orang lain tidak mau berurusan
dengannya hal ini dapat menimbulkan rasa takut dan benci, Menimbulkan kerusakan
sehingga membuat kerugian bagi orang lain, Merusak perdamaian karena pemarah
biasanya mendahulukan emosi daripada kesabaran.
Hal ini menyebabkan seorang yang pemarah tidak akan
disukai dan justru dijauhi karena sifatnya yang kasar tersebut. Akibatnya,
seseorang bisa kehilangan kepercayaan, pekerjaan, jabatan, bahkan teman, dan
menimbulkan permusuhan.
MENGENDALIKAN
EMOSI (MARAH)
1.
Membaca Ta’awudz
Hal pertama yang dilakukan dalam Cara Mengendalikan
Emosi Menurut Islam adalah mengendalikan emosi. Emosi atau marah berasal dari
hawa nafsu. Di mana hal tersebut adalah merupakan titik lemah manusia yang
selalu diincar oleh syaitan. Oleh karena itu, sebaiknya kita segera meminta
pertolongan dan perlindungan kepada Allah SWT.
Dari sahabat Sulaiman bin Surd Ra, beliau
menceritakan: Suatu hari saya duduk bersama Nabi Saw. Ketika itu ada dua orang
yang saling memaki. Salah satunya telah merah wajahnya dan urat lehernya
memuncak. Kemudian Rasulullah Saw. bersabda:
“Sungguh saya mengetahui ada satu
kalimat, jika dibaca oleh orang ini, marahnya akan hilang. Jika dia membaca
ta’awudz: “A’uudzu billahi minas syaithanir rajiim,” marahnya akan hilang.” (HR.
Bukhari dan Muslim)
2. Menenangkan Diri
Jika dilihat dari perspektof manajemen marah, marah dapat
dikatakan sebagai siklus agresi yang mana terdiri dari eskalasi, eksplosi,
serta pasca eksplosi. Oleh sebab itu, saat anda merasa emosi atau marah maka
cobalah untuk menenangkan diri agar siklus agresi yang anda miliki tidak
berantakan.
Dengan mencoba berpikiran tenang, maka anda bisa mencoba
untuk berpikir logis serta mencari solusi yang tepat untuk mengatasi masalah
yang ada. Untuk menenangkan diri, anda bisa melakuka beberapa cara seperti
menarik napas dalam-dalam, menghitung mundur perlahan untuk menurunkan emosi
perlahan, serta cobalah untuk mengalihkan perhatian.
3. Belajar Toleransi
Tentu anda tidak tahu bahwa apa yang terjadi oleh orang lain
dimana orang lain sering memberikan kesan buruk yang seringkali sembarangan
diucapkan atau sembarangan dituduh. Sama seperti orang lain atau mungkin saja
anda sendiri yang terkadang seringkali terpancing emosi. Karena ukuran masalah
dari hal sepele hingga besar. Mulai saat ini, anda harus belajar bertoleransi
menghadapi orang-orang yang menyebalkan terutama yang memancing amarah anda dan
seringkali kesulitan.
4. Lakukan Meditasi Khusus
Meditasi menjadi salah satu tips lainnya untuk menahan emosi
yang sedang meledak-ledak di dalam diri anda. Dengan melakukan meditasi, akan
membuat diri anda lebih terkontrol. Anda bisa mengendalikan hasrat-hasrat
negatif yang ada di dalam diri. Cobalah untuk melakukan meditasi secara rutin
di pagi hari ataupun sebelum tidur, sehingga anda bisa lebih mudah mengontrol
emosi dan amarah di dalam diri anda.
Anda dapat melakukan meditasi secara sederhana, cukup dengan
duduk ataupun membaringkan badan dengan bersantai, atur nafas, dan cobalah
untuk merasakan yang terjadi pada tubuh anda secara keseluruhan. Anda bisa
mencoba untuk memutar alunan musik yang lembut yang membantu proses relaksasi.
5. Ungkapkan Marah Secara Asertif
Orang-orang asertif biasanya akan mengungkapkan marah dan
emosi yang dipendamnya secara jujur, tepat, namun tidak melukai hati orang
lainnya. Menurut galassi, orang asertif dapat mengekspresikan perasaan yang
sebenarnya, mengungkap pendapat pribadi, dan tidak membiarkan orang lain bisa
mengambil keuntungan darinya. Namun disaat yang bersamaan, mereka juga akan
mempertimbangkan perasaan orang lain. Perilaku seperti ini tentu saja akan
menguntungkan untuk anda serta tidak merugikan orang lain. Berperilaku asertif
bisa membuat individu berkomunikasi dengan baik serta menjalin hubungan sehat
dengan orang lain.
6. Konsentrasi Pada Hal Positif
Saat hati sedang dibakar oleh panasnya emosi anda tentu masih
bisa berpikir kan meskipun tidak sejernih ketika sedang tidak marah. Anda bisa
mengalihkan pemikiran ke hal yang lebih positif. Dimana anda bisa memikirkan
hal lain sebelum amarah meluap akan menekan emosi anda sampai batas terendah.
Beberapa orang hanya cukup berdiam diri lalu memusatkan perhatian pada sesuatu
(yang baik) saat menghadapi konflik yang membara.
7. Gunakan Humor
Memang bercanda disaat yang salah hanya akan memicu berbagai
permasalahan semakin menjadi-jadi. Namun tahukah anda bahwa humor ringan
dapat membantu mengatasi ketegangan. Jangan gunakan sarkasme karena
bagaimanapun bisa melukai perasaan orang lain dan membuat hal-hal buruk terjadi
dan justru menjadikan permasalahan baru menjadi muncul kembali. Gunakan humor
seperlunya dan juga semampu anda untuk mengatasi amarah.
8. Olah Fisik
Aktivitas fisik dapat memberikan manfaat positif untuk emosi.
Karena beberapa orang seringkali merendahkan atau mengaggap bahwa olah fisik
tidak akan memberikan efek atau dampak apapun terutama pada wanita yang malas
berolahraga. Jika anda merasa kemarahan anda meningkat, pergilah ke luar
rumah untuk jalan cepat atau lari dan bakar kalori anda sampai terasa lelah.
Karena jika anda sudah lelah oleh aktivitas fisik tidak akan ada lagi keinginan
untuk bisa marah.
9. Introspeksi
Introspeksi merupakan sikap dewasa yang jarang bisa dilakukan
oleh orang lain. Jika menyalahkan orang lain sudah jelas anda bukanlah orang
yang bisa membuka fikiran dan menilai diri sendiri sehingga anda tidak bisa
emosi dan menuduh atau meluapkan marah pada orang lain. Dengan cara
mengintropeksi diri sendiri tidak akan terlalu sulit daripada mengkoreksi
kesalahan orang lain yang hanya akan membuat anda lebih emosi, sehingga
luangkan waktu untuk emosi.
10.
Curhat
Curhat adalah ajang yang sangat penting, namun anda lebih
baik curhat ke orang yang tepat, tidak mungkin kan anda di olok-olok teman
karena curhat ini-itu salah. Cobalah curhat ke orang yang tepat yang akan dapat
memberi solusi terbaik, jika masalah yang anda hadapi sangat berat, anda dapat
gunakan jasa psikiater untuk mencari solusi terbaik.
11.
Timeout Diri
Menghitung sampai 10 bukan hanya untuk anak-anak tapi juga
untuk orang dewasa, bahkan terkadang anak-anak lebih paham dan mudah diatur.
Sebelum bereaksi terhadap situasi tegang, mengambil beberapa saat untuk
bernapas dalam-dalam dan menghitung sampai 10 dapat membantu meredakan emosi
anda. Alur dan detak jantung bisa lebih teratur dan nafas lebih baik. Jika
perlu, menyingkir dari orang atau situasi sampai frustrasi anda berkurang
sedikit, ada yang bilang mengalah lebih baik dibanding anda harus menghadapi
hal yang salah.
12.
Kerjakan Hobi Lain
Setiap orang memiliki hobi sendiri yang berbeda satu-sama
lain. Tekuni itu kawan untuk meredam dan menahan emosi dalam hati. Kegemaran
ini banyak macamnya tergantung dari kebiasaan anda selama ini. Biasanya hobi
bisa memberikan kesenangan tersendiri, maka kenapa tidak beralih ke hobi saja.
Daripada membuang waktu dengan rasa marah saja. Hal lain lagi adalah mengerjakan
hobi siapa tahu bisa mendapatkan keuntungan.
13.
Menulis
Proses menulis membutuhkan konsentrasi tinggi. Tidak perlu
rumit. Saya biasanya menulis puisi pendek yang menceritakan keadaan yang sedang
berlangsung. Tulisan panjang juga tidak masalah, asalkan anda mampu. Biasanya
juga dengan menulis perasaan yang terpendam bisa langsung tersampaikan dengan
baik.
14.
Mencari Udara Segar
Meninggalkan situasi dan orang-orang yang mengundangataupun
mereka yang memancing emosi negatif mungkin cara yang ampun dan tepat untuk
bisa meredakan emosi yang meledak-ledak. Jarang bukan mendapatkan suasana segar
ketika sedang pusing. Kapanlagi ? Jangan menunggu marah anda baru bisa
menikmati udara segar. Tarik napas dalam-dalam lalu buang keluar. Ini juga
mampu membuat pikiran anda lebih jernih sehingga dapat mengambil tindakan
cerdas untuk mengatasinya.
15.
Berpikir
Mungkin cara ini paling sulit dilakukan, namun siapa tahu
anda bisa melakukannya. Dimana anda dalam kondisi “panas”, sangat mudah
untuk mengatakan sesuatu yang nantinya justru membuat anda menyesal atau
membuat anda berpikir bahwa anda memilih keputusan yang justru salah. Pikirkan
sebelum berkata apa pun dan membiarkan orang lain yang terlibat dalam situasi
untuk melakukan hal yang sama, terkadang banyak orang yang menyesal di akhir.
16.
Belajar Menahan Emosi
Emosi yang diluapkan tak melulu bagus atau baik. Tidak
ada salahnya anda untuk belajar mengenai emosi marah. Menurut goleman, emosi
marah meurpakan sebuah kemampuan dalam mengenali perasaan marah sehingga saat
perasaan marah tersebut datang, maka seseorang tidak akan dikuasai oleh emosi
atau amarah yang ada.
17.
Nyalakan Musik Favorit Yang
Menenangkan
Saat sedang marah, cobalah untuk mendengarkan lagu,
dengan irama
yang menenangkan/menyenangkan, tubuh
juga secara tidak langsung mengikuti ritmenya. Dengan begitu, napas dan detak
jantung Anda akan melambat kembali ke kondisi normal, bahkan lebih rileks dari
sebelumnya.
18.
Menjaga Lisan dengan Diam
Ketika sedang emosi, hal yang paling sulit untuk
dikendalikan adalah perkataan. Biasanya semakin banyak kata yang terucap saat
emosi atau marah, maka semakin banyak pula kita menebar kebencian dan hal yang
tidak baik yang keluar dari mulut. Oleh karena itu, apabila kita sudah mulai
merasa emosi atau marah, sebaiknya kita lekas berdiam. Tutup mulut dan jaga
lisan.
Dari Ibnu Abbas Ra, Rasulullah Saw. bersabda:
“Jika kalian marah, diamlah.” (HR. Ahmad).
“Jika kalian marah, diamlah.” (HR. Ahmad).
19.
Merubah Posisi
Ketika sedang emosi atau marah, maka sebaiknya
mengambil posisi yang lebih rendah. Maksudnya adalah ketika kita emosi atau
marah di saat sedang berdiri, maka hendaklah kita duduk untuk meredakan emosi
tersebut. Jika kita marah pada saat posisi duduk, maka hendaklah kita
berbaring. Dengan begitu kita akan sulit untuk bergerak atau melakukan
perlawanan pada saat marah.
Dari Abu Dzar Ra, Rasulullah Saw. menasehatkan: “Apabila
kalian marah, dan dia dalam posisi berdiri, hendaknya dia duduk. Karena dengan
itu marahnya bisa hilang. Jika belum juga hilang, hendak dia mengambil posisi
tidur.” (HR. Ahmad dan Abu Daud).
20.
Mengingat Keutamaan Menjaga Emosi
Ada berbagai macam manfaat atau keutamaan dalam
menjaga emosi seperti yang telah disebutkan di atas. Jadikanlah pacuan untuk
meredakan emosi atau amarah. Ingat selalu apa saja yang akan kita dapatkan
ketika berhasil menahan emosi. Rayuan untuk menjaga emosi juga disampaikan
dalam hadist.
Nabi Muhammad SAW Bersabda:
“Siapa yang berusaha menahan amarahnya,
padahal dia mampu meluapkannya, maka dia akan Allah panggil di hadapan seluruh
makhluk pada hari kiamat, sampai Allah menyuruhnya untuk memilih bidadari yang
dia kehendaki.” (HR. Abu Daud, Turmudzi)
21.
Mengingat Akibat dari Emosi
Selain mengingat manfaat dari menjaga emosi, sebaiknya
juga ingatlah akibat dari emosi tersebut. Ada beberapa akibat yang dapat
merugikan diri sendiri dan orang lain, misalnya: terjadi perselisihan atau
pertengkaran, hubungan menjadi tidak baik, timbul rasa dendam, sulit untuk
bergaul, tidak memiliki teman, dsb.
22.
Berwudhu
Cara Mengendalikan Emosi Menurut Islam yang ampuh
adalah dengan berwudhu. Sesungguhnya marah itu adalah bersumber dari syaitan.
Mereka menggoda dan menjerumuskan kita dengan kemarahan. Syaitan terbuat dari
api, sedangkan api akan padam dengan air. Maka ketika sedang emosi atau marah,
hendaklah berwudhu untuk meredam emosi tersebut.
Nabi Muhammad SAW Bersabda:
“Sesungguhnya marah itu dari
syaitan, dan syaitan diciptakan dari api, dan api bisa dipadamkan dengan air.
Apabila kalian marah, hendaknya dia berwudhu.” (HR. Ahmad
dan Abu Daud).
23.
Membaca Istighfar
Membaaca istigar dapat menenangkan hati dan pikiran, Karena
sejatinya beristighfar itu adalah meminta ampun kepada Allah atas dosa-dosa dan
kesalahan yang telah kita perbuat. Dengan begitu, hati dan pikiran akan lebih
lega dan jiwa tenang ketika ada sesuatu yang mengganggu ataupun membuat emosi
dan marah.
24.
Berdzikir
Berdzikir merupakan amalan yang sangat dianjurkan
kepada umat islam untuk dikerjakan kapanpun. Berdzikir tidak memandang
waktu-waktu tertentu. Akan tetapi, berdzikir ketika sedang emosi atau marah
dapat membuat hati menjadi tenang. Dengan hati yang tenang, maka emosi pun
dapat dikendalikan.
25.
Membaca Al
Qur’an
Al Qur’an merupakan kitab suci yang sangat istimewa.
Al Qur’an juga memiliki beberapa nama layaknya Asmaul Husna bagi Allah.
Salah satu nama lain dari Al Qur’an adalah Asy Syifa yang artinya obat
penyembuh. Sesungguhnya emosi atau marah merupakan penyakit hati. Adapun obat
dari penyakit hati adalah Al Qur’an. Dengan membaca Al Qur’an, hati yang panas
akan menjadi sejuk dan dapat membuat pikiran dan hati menjadi tentram.
26.
Shalat Sunnah
Seperti yang telah disebutkan sebelumnya, bahwa salah
satu cara untuk mengendalikan emosi adalah dengan berwudhu. Sebagimana syarat
sah dalam shalat, apabila sebelum melakukan shalat diwajibkan untuk
berwudhu.
Dari berwudhu saja kita sudah dapat mengendalikan
emosi, terlebih kita melakukan shalat, maka hati dan perasaan akan menjadi
lebih tenang. Shalat sunnah dapat dilakukan kapan saja, maka sangat cocok
dilakukan ketika sedang emosi atau marah. Selain itu, di dalam shalat terdapat
doa-doa dan ayat-ayat Al Qur’an. Maka lengkap sudah semua yang kita butuhkan
untuk mengendalikan emosi.
27.
Berpuasa Sunnah
Puasa sunnah memiliki berbagai manfaat, salah satunya
adalah dapat mengendalikan hawa nafsu yang ada dalam diri. Seperti yang telah
dikatakan sebelumnya, bahwa emosi atau marah adalah merupakan salah satu bagian
dari hawa nafsu tersebut. Sehingga dengan begitu kita akan mudah mengendalikan
emosi atau amarah di dalam diri.
28.
Memaafkan
Saling memaafkan adalah salah satu hal terindah dalam
hidup ini. Dengan saling memaafkan, suasana hati akan menjadi tenang, perasaan
dendam pun tidak akan datang dan hidup pun akan menjadi damai dan harmonis.
Tidak akan terjadi perselisihan atau perkelahian atau bahkan peperangan jika
kita saling memaafkan.
Emosi atau marah juga dapat seketika redam ketika kita
saling memaafkan. Oleh karena itu, apabila ketika kita sedang emosi atau marah
kepada seseorang, maka hendaklah segera saling memaafkan. Sehingga emosi
tersebut dapat terhenti.
Allah SWT. berfirman:
“Dan jika mereka marah mereka memberi maaf.” (QS. Asy-Syuura: 37)
“Dan jika mereka marah mereka memberi maaf.” (QS. Asy-Syuura: 37)
29.
Introspeksi Diri atau Tafakur
Bertafakur atau introspeksi diri berarti merenungkan
setiap perbuatan dan perkataan yang telah kita lakukan. Apakah setiap perbuatan
dan perkataan kita telah benar dan tidak menyinggung perasaan orang lain, atau
sebaliknya. Salah satu manfaat bertafakur adalah dapat membentengi diri dari
perilaku yang berlebihan terhadap sesuatu, misal marah.
30.
Berpikir Positif
Selalu berpikir positif dalam menghadapi persoalan dan
masalah menjadikan pikiran kita tenang. Selain pikiran tenang, dengan berpikir
positif juga berarti kita mudah memaklumi dan mengambil hikmahnya, baik
perkataan ataupun perbuatan orang lain.
DAFTAR PUSTAKA
Novela Azalia
Mantull kak, snagat bermanfaat
BalasHapusTerimakasih ilmu nya kaka cantiq ♥
Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.
BalasHapusBagusss kaka
BalasHapusMantap
BalasHapusMakasih atas info nya
BalasHapusBermanfaat sekali kaaa🥰
BalasHapusBagus bagus
BalasHapusSangat bermanfaat 👍
BalasHapusMantapppp
BalasHapusBagus dan Bermanfaat :)
BalasHapusSangat bermanfaat kak
BalasHapusNice kak 👍
BalasHapus👍👍
BalasHapus